Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juli 2008

lomba blog pelajar

DARMAJAYA DAN PT. TELKOM MENGGELAR LOMBA BLOG PELAJAR UNTUK MEMECAHKAN REKOR MURI

DENGAN JUMLAH PESERTA 1000 PESERTA

BANDARLAMPUNG---Untuk mendukung perkembangan di bidang teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology, ICT) di Provinsi Lampung, Perguruan Tinggi Darmajaya dan Telkom Lampung menggelar even menarik yang diperuntukkan khusus bagi pelajar di Provinsi Lampung. Even yang digelar serentak pada tanggal 24 Juli 2008 ini bertajuk, Lomba Web Blog 1.000 Pelajar Lampung dengan tema pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Pemerataan Pendidikan Berkualitas di Lampung. Kegiatan akan dipusatkan di Perguruan Tinggi Darmajaya dan keikutsertaan 1.000 pelajar Lampung dalam kegiatan lomba ini akan dicatat dalam Musium Rekor Indonesia (MURI) Semarang sebagai salah satu kegiatan pemecah rekor bidang IT yang melibatkan 1.000 pelajar Lampung. Perlombaan yang akan dihelat di Perguruan Tinggi Darmajaya 24 Juli 2008 direncanakan merupakan ajang kompetisi web blog terbesar sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Aspek penilian meliputi keutamaan logika database dan aplikasi, teknis multimedia, content, tampilan, dan pesan komunikasi yang disampaikan sebagai inti pembuatan web blog.

pemerataan teknologi

PEMERATAAN PENDIDIKAN

Era globalisasi dapat dikatakan sebagai era kemajuan bangsa sedunia, hal itu terlihat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mencengangkan dalam berbagai bidang. Dan sudah pasti pembangunan pun menjadi hal yang tidak dapat dipungkiri sebagai dampak dari globalisasi tersebut.

Dampak era globalisasi yang lain yaitu persaingan hidup yang semakin ketat. Semua orang berusaha untuk menjadi yang terdepan, mengikuti perubahan zaman dengan upaya menguasai teknologi dan informasi. Siapa yang menguasai teknologi, maka dengan mudah menjadi orang yang maju, mudah dapat kerja, dan dapat menikmati hasilnya.

Akan tetapi, kemajuan teknologi yang semesti bisa dirasakan oleh semua orang, baru dapat dinikmati oleh sebagian orang yang berkantong tebal. Sarana-sarana untuk mempelajari teknologi hanya dapat dipelajari oleh mereka yang mempunyai banyak duit, seperti halnya sekolah-sekolah unggulan, universitas unggulan, maupun tempat-tempat kursus. Untuk dapat belajar ditempat tersebut dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan sekedar untuk mengikuti ujian.

Bagi kaum proletar, jangan kan untuk menyekolahkan anaknya hingga jenjang yang tinggi atau sekedar mengikuti kursus, untuk makan sehari-hari pun susahnya bukan main. Pada akhirnya, mereka hanya dapat menyekolahkan anaknya pada sekolah-sekolah yang biasa dengan fasilitas seadanya dan dengan kualitas pengajar yang biasa. Maka secara otomatis kualitas yang dihasilkannya pun akan biasa-biasa saja.
Jika demikian, sudah jelas mereka tidak mempunyai cukup bekal untuk dapat mengikuti persaingan dunia global yang semakin ketat. Mereka akan kalah bersaing dengan lulusan-lulusan dari sekolah unggulan, sehingga mereka hanya akan menjadi bagian dari kemajuan tersebut tanpa dapat menikmati hasilnya. Persaingan hidup hanya akan dimenangkan oleh orang yang berkantong tebal saja, maka pantas pepatah mengatakan: “Orang yang kaya akan semakin kaya, sedangkan orang yang miskin akan selamanya menjadi orang miskin”.